Wonosobo. Gelaran garuk
tanah motocros digelar dan ini sudah menginjak seri 7 bertajuk Kejurnas
Motocros,seri 7 ini diselenggarakan di Sirkuit Tawangsari Wonosobo
(10/8), sirkuit dengan panjang 1250 meter dan lebar 6 meter sudah sangat
layak dipergunakan untuk ajang kejurnas. Kejuaraan Nasional ini diikuti
crosser-crosser Nasional berbakat dan bertalenta tingkat tinggi. Untuk
seri 7 ini kejuaraan digarapa oleh promotor daerah Cebong Imelindo kerja
bareng dengan mantan crosser asal Solo Wahyu Gareng (WGTS 39
Organizier). “Motocros mulai tahun ini akan digeber lagi biar gregetnya
sama dengan grasstrack, dengan diadakan 13 Seri Kejurnas pasti semangat
crosser akan semakin bersemangat,”terang Wahyu Gareng selaku
penyelenggara event Kejurnas Motocros dari WGTS 39 Organizier.
![]() |
| Agi Agassi and Lewis Stewart good performance MX |
Tercatat 180 starter mengkuti seri 7 ini
dengan jumlah penonton 3500 sangat bagus respon warga Wonosobo. Pada
Seri ini nampak juga pembalap garsstrack seperti Akbar Taufan, Eddy BMS,
Rizky HK dan Edward Sutrisno. “Kejurnas Motocros diikuti untuk
memulihkan stamina dan fisik, model sirkuit grasstrack dan motocros
jelas beda tapi kami akan memberikan tekan yang lebih ke crosser,”terang
Edward Sutrisno asal Salatiga yang bernaung di Team RCD D1 Dcal. Seri 7
ini para crosser seperti Lewis Stewart, Deni Orlando, Agi Agassi dan
Andre Sondakh harus mati-matian bertarung untuk mendapatkan posisi
nasional di setiap seri. Kejurnas Motocros ini penghargaan crosser
nasional dianugrahkan di setiap seri yang berlangsung dan tidak dibuat
Juara Umum, hal ini berbeda dengan grasstrack.
Crosser asal Negara Kanguru Lewis Stewart mejadi yang terbaik di Kelas MX2, Lewis Stewart menetap di Bali sudah 3 Tahun dan sudah banyak menorehkan prestasi gemilang di motocros. “Aku mulai suka akan motorcros sejak umur 12 tahun, dari situ aku mulai ikut perlombaan di Australia, habis itu aku berlabuh ke Indonesia di Bali, kelas yang aku sukai kelas MX motornya lebih besar diajak untuk fighting dan jumping juga lebih kokoh, ”terang Lewis Stewart yang bernaung di Team Husqvarna Indonesia.
Crosser asal Negara Kanguru Lewis Stewart mejadi yang terbaik di Kelas MX2, Lewis Stewart menetap di Bali sudah 3 Tahun dan sudah banyak menorehkan prestasi gemilang di motocros. “Aku mulai suka akan motorcros sejak umur 12 tahun, dari situ aku mulai ikut perlombaan di Australia, habis itu aku berlabuh ke Indonesia di Bali, kelas yang aku sukai kelas MX motornya lebih besar diajak untuk fighting dan jumping juga lebih kokoh, ”terang Lewis Stewart yang bernaung di Team Husqvarna Indonesia.
![]() |
| Deni Orlando crosser Nasional lebih bersabar |
Motocross tentu identik dengan tanah,
nah kondisi tanah yang paling disukai adalah tanah gembur karena tanah
gembur lebih enak buat tarikan awal, dan buka tutup gas juga lebih
smoth, untuk tanah gambut dibutuhkan kesabaran dan posisi gigi pastinya
di 2-3. “Tanah gambut lebih disukai karena kontor tanah gembur lebih
pekat sehingga gigitan ban ke tanah juga kuat,”ungkap Deni Orlando
crosser Asal Surakarta.
Bagi Andre Sondakh crosser asal Manado ini juga mengutarakan hal yang sama dengan Deni Orlando dan Agi Agasi.
Bagi Andre Sondakh crosser asal Manado ini juga mengutarakan hal yang sama dengan Deni Orlando dan Agi Agasi.


